Hermina Andreyani yang lahir di semarang 29 april 1955 putri pertama alm. Harun Arasit Y.A peg. Bea&Cukai, pada awalnya belajar mode secara otodidak sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama di bali karena keinginannya untuk bisa membuat baju sendiri. Kegemarannya melukis, menggambar, membordir, merenda, merajut sangat menunjang keinginannya tsb.
Dunia fashion sejak Hermina kecil sudah menarik minatnya karena sering melihat ibunya yang seorang peragawati mengikuti peragaan peragaan busana dan kecantikan. Maka selepas sekolah menengah pertama Hermina melanjutkan sekolah menengah atas di surabaya sambil belajar tata busana pada sore hari dan akhirnya dapat menyalurkan ilmunya dengan made to order di lingkungan teman-temannya atau membuat baju-bajunya sendiri. Setelah menyelesaikan sekolah menengah atasnya Hermina ke Australia dan sempat magang di tempat pembuatan busana dancing dan party.
Sepulang dari Australia Hermina memutuskan tinggal di jakarta dan disuatu kesempatan bertemulah dengan Vivian yang sangat mengagumi karyanya. Busana dan asecories bertabur payet dan manik-manik dimana pada jaman itu di Indonesia belum ada yang mempelajari nya. "Saya juga terpaksa menolak ajakan Vivian untuk bergabung karena ingin lebih fokus sekolah". Suatu saat sebuah sekolah dancing ternama di jakarta mempercayakan design dan pembuatan busananya untuk event kejuaraan dunia Dancing competition di Taiwan. Dan bajunya berhasil mendapat penghargaan sebagai busana latin dance terbaik, begitu pula untuk busana dance group nya. Penghargaan tsb telah memacu Hermina untuk terus belajar dan berkembang. Pada saat kembali ke surabaya belum ada satupun sekolah design. Hingga akhirnya Hermina bergabung dengan studio design mode pertama di surabaya tahun 1992.
Tahun 1985 mendapat penghargaan dari HIPMI Surabaya untuk kategori Best Dress & Best Performance.
Tahun 1994 sebagai finalis Fashion Flash, juara 1 lomba busana kerja wanita se surabaya, busana malam dan kebaya modern.
Tahun 1995 mendapat penghargaan untuk busana kerja perkebunan pada acara peragaan busana keselamatan kerja oleh Persatuan Karya Pembangunan Surabaya.

Ciri khas rancangannya Ready to wear - ethnic. Hermina tidak begitu suka dengan rancangan busana yang terlalu decoratif. Designnya simple dan wearable. " Simple bukan berarti tidak sexy kan "
Dari jakarta Hermina kembali ke surabaya menikah dengan Affrandy dan dikaruniai 5 anak : Mahesa Sriwirawan, Rizky Khresnabella, Sannidya Ayu Andriana, Kalluella Adjanie, Mirza Almerruna. Putra pertama sedang menyelesaikan S2 di London, putra ke duanya menyelesaikan S2 di Tokyo, putri ke 3 sedang menyelesaikan skripsi sedangkan yang ke 4 dan ke 5 masih di bangku kuliah. Sekarang kedua putrinya mulai mengikuti jejaknya di dunia fashion
Disamping kesibukannya Hermina tetap meluangkan waktu untuk hobi dan kecintaannya di dunia busana dengan memperdalam fashion design demi mengembangkan kreativitasnya di dunia mode.. Kesibukanpun makin bertambah dengan seringnya mengikuti peragaan busana dan permintaan mengisi halaman mode di media masa setempat maupun jakarta. Kemudian mendirikan butik yang menyatu dengan rumah tinggalnya.
Hermina yang senang tampil edgy ini sangat mengagumi designer asal Jepang Issey Miyake.
Menjelang th 2000 Hermina berdomisili di malang juga jakarta. Setelah lama tidak aktif ,sekarang Hermina kembali eksis meramaikan dunia fashion yang membuatnya selalu enjoy and happy. Ia ingin mewujudkan angan angannya selama ini demi perkembangan fashion design khususnya di kota Malang. Bahkan pada awal kepindahannya di Malang Hermina sempat memberi Privat Course kepada remaja kota Malang yang mempunyai passion di bidang fashion design. Dan merupakan kebanggaan tersendiri setelah ada muridnya yang berhasil menjadi juara di ajang bergengsi LPM ( Lomba Perancang Mode ) yang diadakan oleh Femina. Ada yang mempunyai butik sendiri, ada yang selalu eksis mengikuti pagelaran busana di berbagai event dan beberapa melanjutkan keluar negeri.
Apabila sedang berada di malang saya selalu memikirkan bagaimana membuat fashion design di malang seperti kota besar lainnya. Karena selama ini kegiatan seperti itu sangat minim kecuali kegiatan modelling yang hampir setiap minggu ada dan sifatnya entertaintment. Dari situlah awalnya muncul minat dan niat saya untuk eksis kembali demi ikut memajukan ilmu fashion design di malang. Teman teman seprofesi menyambut baik dan mendukung saya untuk mewujudkan keinginan tsb dengan membuat tempat berkreativitas yang educative >>Hermina Lane<<dimana para fashion people dapat terus berkarya dan mengexplore ilmunya. Untuk mengekspresikan kegiatan itu maka saya bersama rekan seprofesi akan mengadakan FASHION FUSION yang diagendakan sebagai kegiatan rutin setiap dua tahun sekali dengan tema yang berbeda beda dan mengikuti trend
saya yakin ......Malang sebagai kota pelajar, kota wisata dan dengan masyarakatnya yang dinamis serta ditunjang udara kota malang yang sejuk ini para peminat dan pencinta fashion design di malang dapat mengantisipasi perkembangan di dunia mode yang saat ini berkembang sangat pesat. Saya ingin Fashion di malang hidup dan berkembang seperti Surabaya, Jakarta dan kota2 besar lain. Mudah2an wujud kepedulian saya di dunia mode dapat memberi inspirasi dan dapat diikuti oleh yang lainnya.
About Hermina Andreyani






